Persoalan sistem pendidikan di Idonesia bukanlah persoalan pendidikan. Nah, bagaiamana? BroSis bingungkan? Well, saya akan coba jelaskan.. Guru adalah golongan yang paling banyak terlilit Pinjaman Online atau dikenal dengan singkatan PINJOL. Itu bukan karena mereka kurang cerdas secara finansial, akan tetapi karena mereka kurang disejahterakan aja, menurut pandangan saya seperti itu. Ini bisa dikenal dengan masalah akuntabilitas anggaran.
By the way, BroSis pernah dengar dengan daerah 3T? Yes.. Bener sekali, daerah 3T adalah singkatan dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Istilah ini digunakan untuk merujuk pada wilayah-wilayah di Indonesia yang memiliki karakteristik geografis, sosial, dan ekonomi yang berbeda dengan wilayah lainnya. Siswa/i di daerah 3T itu, bukan tidak pintar, tapi pandangan saya, mereka hanya tidak memiliki kesempatan yang sama dalam proses belajar dnegan siswa/i di perkotaan apalagi kota-kota besar lainya. Ini bisa di artikan sebagai masalah pemerataan fasilitas pendidikan.
Coba perhatikan, kasus bullying yang sering terjadi di sekolah dan tampil di media masa, sejatinya itu bukan diajarkan oleh sekolah, tapi kebiasaan yang ditiru dari rumah serta lingkungan bermain diluar sekolah dan di luapkan atau lampiaskan di sekolah, ini merupakan masalah peran orang tua dirumah.
Siswa/i kadang kesulitan berkonsentrasi saat belajar, tidak bisa dikatakan siswa/i nya yang LOLA (loading lama). Itu bisa dikarekana pemberian gizi dan nutrisi yang seimbang di rumah dan berbagi daerah di Indonesia belum terpenuhi. Ini dikarenakan kurang pengetahuan tentang gizi.
Siswa/i kadang kesulitan berkonsentrasi saat belajar, tidak bisa dikatakan siswa/i nya yang LOLA (loading lama). Itu bisa dikarekana pemberian gizi dan nutrisi yang seimbang di rumah dan berbagi daerah di Indonesia belum terpenuhi. Ini dikarenakan kurang pengetahuan tentang gizi.
Guru kompetensinya rendah? BroSis, itu semua bukan disebabkan Gurunya yang sering malas-malasan dan tidak mau mengembangkan diri, namun sistem kebut semalam oleh tugas-tugas administrasi yang segudang. Ini masalah birokrasi.
Simpelnya, bukan salah orang lain apalagi sampai menuduh. Tapi, mau sampai kapan Guru terus yang selalu disalahkan? Kami Guru korban carut-marutnya sistem. Sebaik dan sebagus apapun kurikulum serta secerdas apapun Guru dan sebesar apapun prestasi sekolah, itu tidak ada gunanya, jika masing-masing dari kita yang merupakan bagian dari sistem pendidikan itu sendiri tidak saling support satu sama lainnya.
Kualitas pendidikan akan sangat bergantung terhadap nilai atau value yang kita miliki masing-masing ya BroSis.
Kualitas pendidikan akan sangat bergantung terhadap nilai atau value yang kita miliki masing-masing ya BroSis.

2 Comments
Semangat buat para Guru-guru di seluruh Indonesia. Aminn.
ReplyDeleteTerimakasih mas Rocky Gerung. 🙏🏿
Delete